24
Dec
Author: fekhi // Category:
cerita pendek
Cerpen dimuat di Majalah Story, edisi 6, Desember 2009
Sinopsis dapat dilihat di tautan bawah ini
http://femikhirana.com/archives/897?utm_source=feedburner&utm_medium=email.
05
May
Author: fekhi // Category:
cerita pendek
Sekian lama Sinta menjauhkan diri dari Hans secara fisik. Akhirnya Hans dapat melupakan Sinta dalam hidupnya. Kabar terbaru dari Hans adalah undangan pernikahannya dengan seseorang yang ingin diketahui oleh Sinta. Bagaimanapun Hans masih tetap teman baik yang pernah singgah dalam hidupnya, yang membuat hidupnya bermakna dan dapat menjadi seorang yang lebih sempurna, jadi sudah wajar jika Sinta ingin Hans juga mendapatkan kebahagiaan seperti dirinya dari wanita lain.
Saat bertemu dengan Hans, Sinta mengalami satu kejutan bahwa calon hidup teman Hans adalah seseorang yang sangat jauh dari ekspektasi. Menikah dengan wanita yang berumur lebih jauh??? Sampai seputusasakah Hans sehingga tidak memilih wanita sebaya yang seharusnya lebih mampu menemani hari-harinya??
Kisah selengkapnya silahkan dibaca dari link ini :
MENGAPA JENNY.pdf
29
Apr
Author: fekhi // Category:
cerita pendek
“Kamu sudah gila, Van…??!!” Karin hampir tersedak saat berhadapan dengan Vanya di meja lunch kantor yang sudah biasa mereka tempati.
Vanya hanya melengos melihat kepanikan sahabatnya, Karin. Memang diakuinya idenya termasuk gila, tetapi bukan tanpa dasar.
“Aduh…. Karin…, gak usah sampe segitunya… Kan sudah aku bilang, semua ini just for fun… iseng… buat menambah semangat hidup… menghilangkan kebosanan… No commitment…, kata orang-orang sekarang TTM aja…” alibi Vanya.
“Itu kalau kamu belum menikah Vanyaaaa… Aku tahu kamu tidak serius, tetapi kamu sudah punya suami Vanya…, yang main-main seperti itu sudah bukan waktunya… walaupun hanya iseng, just for fun… no commitment… that’s impossible!!”
“Idih… aku kan tidak minta persetujuan kamu…”
“Atau kamu emang sudah bosan dengan pernikahan kamu, lebih baik kamu pergi ke konsultan pernikahan, bukan dengan ide pengen pacaran lagi!! “ tegur Karin yang semakin pusing mendengarkan semua alasan Vanya yang berdasarkan membuat warna hidupnya lebih bergairah lagi. Read more…
28
Apr
Author: fekhi // Category:
cerita pendek
“Non, kok masih belum berangkat ke toko?” tanya Siti, asisten rumah tangga yang sudah bekerja hampir setahun di rumahku.
“Udah gak berangkat ke toko lagi, toko aku jual, Mbak… Jualanku udah gak laku-laku, daripada rugi terus, aku jual aja ke orang lain…” jawabku sambil membaca koran pagi.
“Loh…, terus sekarang kerja apaan, Non?” kelihatannya ia sangat penasaran dengan tingkah malasku di pagi hari, karena biasanya memang pada jam-jam seperti ini sudah siap-siap berangkat kerja.
“Nganggur dulu deh Mbak…” sementara mataku masih menatap surat kabar.
“Mosok betah nganggur??”
“Ya… gak nganggur-nganggur banget sih… Iseng-iseng jualan tapi gak pakai toko lagi. Zaman susah begini kalau tidak kerja juga duit lama-lama habis… Tapi sebenarnya juga masih mikir-mikir cari kerjaan lain yang cocok…”
“Mudah-mudahan cepat kerja lagi ya, Non. Memang sekarang lagi susah ya, Non… Tetangga yang buka warung juga pada ngeluh… udah gak rame kayak dulu…”
Aku tersenyum memandang Siti yang memang tulus mengharapkan aku giat seperti dulu.
“Makasih, Mbak… Tapi aku memang mau istirahat dulu, hilangin stress… Mungkin tahun depan baru mulai lagi dengan pekerjaan baru… Istirahat dulu jadi wanita karier hahaha…”