Gwenny mengusahakan agar semua kejadian pertemuan bersama di London antara Bragi dan Kakek dapat berjalan lancar. Gwenny berharap ia dapat berkumpul terus dengan kakak kesayangannya di London karena sejak Mama meninggal, Bragi dan Gwenny semakin jarang bertemu.
Tetapi ada syarat yang diajukan Bragi kepada Kakek jika beliau menginginkan dirinya sebagai penerus keluarga. Syarat yang terlalu sulit bagi Kakek. Namun sudah menjadi tekad Bragi untuk mencetuskan potret kebersamaan keluarga walaupun sudah tidak semua anggotanya ada di dunia, tetapi ia mampu menggambarkan setiap wajahnya agar setiap anggota keluarga tetap mengenang mereka yang telah pergi dalam hati sebagai satu keluarga besar.
Kisah selengkapnya dapat dibaca di Trilogi Segelas Kopi.pdf
Catatan : Trilogi ketiga ini lebih makan waktu lama saat dibuat. Setelah dua kisah sebelumnya lebih mengangkat feminisme, kali ini saya harus mencoba memposisikan diri sebagai pria melankolik (dan rasa susah dikit sih hehehe) akibat memang jalan ceritanya yang sudah saya buat harus begitu untuk akhirnya hehehehe… Mudah-mudahan dari kisah ini kita dapat mengerti potret keluarga sesungguhnya.



